en id

Berita

SURVEY NEEDS AND WANTS BANDARA SAM RATULANGI MANADO

29 Sep 2016

kembali ke list


MANADO – Bandara Sam Ratulangi Mando terus berbenah untuk memberikan layanan terbaik bagi pengguna jasanya. Setelah sebelumnya berhasil meraih predikat Pelayanan Prima Utama dari Kementerian Perhubungan RI, Bandara Sam Ratulangi Manado melaksanakan survey needs and wants kepada penumpang. “Kegiatan survey ini berlangsung satu minggu dari 19 September hingga 25 September lalu. Ini adalah penerapan self assesment yang kami lakukan dengan harapan untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan penumpang terkait fasilitas dan faktor pendukung kepuasan penumpang selama berada di Bandara Sam Ratulangi Manado ” ucap M. Thamrin, Sales Department Head Bandara Sam Ratulangi Manado.


Survey yang dilaksankan oleh Tim Sales ini dilaksanakan rutin setahun sekali. “Bandara Sam Ratulangi sudah resmi beroperasi 24 jam sejak Agustus lalu, sehingga segala aspek pelayanan dan fasilitas yang ada harus maksimal.” imbuhnya. Survey dilaksanakan melalui 1.000 kuesioner yang dibagi menjadi dua, yaitu 500 lembar untuk pelayanan taksi dan rentcar serta 500 lembar lainnya untuk pelayanan Food & Baverage dan Retail. Aspek-aspek yang dinilai adalah kewajaran harga, variasi makanan, pelayanan, dan lain sebagainya. Pembagian kuesioner dilakukan secara random dengan menggunakan teori Survey Kepuasan Pelanggan.


“Hasilnya, mayoritas penumpang yang kami survey menganggap kewajaran harga untuk taksi dan rent car berada di kategori cukup. Sementara aspek keamanan menggunakan jasa taksi dan rent car dinilai bagus dengan presentase tertinggi di antara aspek lainnya seperti keramahan, kenyamanan, kebersihan, dan pelayanan,” ungkap Thamrin. Hasil survey untuk retail, food, and beverage menyebut bahwa dari 500 responden, 396 diantaranya atau sekitar 80% merasa menu makanan yang ada di gerai makanan Bandara Sam Ratulangi Manado bervariasi dengan tingkat kewajaran harga yang dirasa cukup. 


Sementara faktor pendukung kepuasan penumpang yang dinilai bagus adalah penataan ruang. “Memang, di ruang keberangkatan yang tadinya ada sekat-sekat kaca sudah kita bongkar semua sehingga ruang tunggu menjadi lebih lega dan jumlah kursi pun memadai. Ini merupakan implementasi PM 129 Tahun 2015 tentang Pedoman Penyusunan Perjanjian Tingkat Layanan atau Service Level Agreement Dalam Pemberian Layanan Kepada Pengguna Jasa Bandar Udara,” ucapnya. Thamrin menyebut bahwa ke depan, manajemen Bandara Sam Ratulangi akan terus mengevaluasi hal-hal apa saja yang perlu dibenahi, “Semangat kami adalah untuk meberikan pelayanan operasi bandara yang excellent melalui pemenuhan basic operation dan memberikan nilai tambah atau value added  kepada pengguna jasa bandara,” pungkasnya. [HUMAS MDC]