en id

Berita

BANDARA SAM RATULANGI WASPADA VIRUS ZIKA

05 Sep 2016

kembali ke list


MANADO – Maraknya kabar penularan Virus Zika yang ditemukan di Singapura menjadi
perhatian Bandara Sam Ratulangi Manado. Sebagai pintu gerbang pergerakan manusia
dan barang, langkah antisipasi ditempuh dengan melakukan koordinasi bersama dengan
pihak terkait yakni Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Manado. GM Bandara Sam
Ratulangi Manado, Nugroho Jati menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima
informasi dari KKP Manado terkait Surat Edaran dari Kementerian Kesehatan RI Nomor :
HK.03.03/D.I/II.3/1235/2016 tentang Peningkatan Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan
Terhadap Risiko Penyebaran Virus Zika dari Singapura. “Tindakan pencegahan yang kami
lakukan difokuskan pada penanganan penumpang serta memastikan kebersihan di
lingkungan bandara,” jelas Jati.

Pertemuan dengan pihak KKP Manado juga sudah dilaksanakan pada Rabu (1/9) di kantor
administrasi bandara. Kepala KKP Manado, dr. Lucia Supit menyatakan bahwa personil
dan alat pendeteksi suhu tubuh (thermo scanner) telah disiagakan untuk mendeteksi para
penumpang penerbangan internasional. “Selain itu kami akan mengarahkan para
penumpang agar mengisi Health Alert Card (HAC) yang fungsinya jika penumpang
menemukan kecurigaan tertular penyakit tersebut agar segera menghubungi petugas
kesehatan terdekat dengan membawa Health Alert Card tersebut dan melaporkan  dalam
waktu 1 x 24 jam melalui Puskesmas, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Dinas
Kesehatan terdekat, atau kepada Posko KLB  Ditjen PP dan PL Kementerian Kesehatan,”
jelas Lucia.

Sejak mencuatnya isu virus Zika, pengawasan di bandara ditingkatkan kewaspadaannya,
terlebih saat ini Bandara Sam Ratulangi telah melayani 16.945 penumpang internasional,
dengan total pergerakan pesawat penerbangan internasional mencapai 116 pesawat. “Dari
Juli hingga akhir Agustus lalu, penerbangan dari Singapura cukup banyak, sejumlah 36
penerbangan dengan jadwal reguler seminggu 4 kali,” ungkap Jati. Saat ini, pihak KKP juga
telah menugaskan lebih banyak personil serta melaksanakan sosialisasi kepada
komunitas bandara. “Virus Zika memiliki kesamaan dengan Virus Dengue yang ditularkan
melalui gigitan nyamuk Aedes, termasuk Aedes Aegypti. Untuk itu masyarakat tidak perlu
panik dengan tetap menjaga perilaku hidup sehat dan bersih,” terang Lucia.

“Informasi yang kami terima, Indonesia berisiko tinggi mengalami penyebaran Virus Zika
mengingat wilayah keduanya yang berdekatan sehingga virus ini berpotensi menyebar
lintas negara. Oleh karena itu bandara wajib mewaspadai ini,” ujar Jati. “Secara intens
kami akan berkoordinasi dan melakukan pengawalan bersama KKP sebagai upaya
pencegahan penyebaran Virus Zika terutama di bandara sebagai pintu masuk dari
Singapura,” tambahnya. Hal ini dilaksanakan dengan menyiagakan personil Aviation
Security (AVSEC) dan memastikan operasi bandara berjalan tanpa hambatan, terutama
karena saat ini Bandara Sam Ratulangi Mando telah resmi beroperasi 1x24 jam. (Humas
MDC)