en id

Berita

Bandara Sam Ratulangi Serahkan Santunan Kematian

10 Oct 2016

kembali ke list


Manado - PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Sam Ratulangi Manado menyerahkan dana santunan kematian kepada ahli waris Julius M. Mongdong, Senin (10/10). Almarhum Julius adalah penumpang pesawat Batik Air ID 6272 dari Jakarta yang tiba-tiba terjatuh di pintu keluar terminal kedatangan Bandara Sam Ratulangi Manado pada September lalu. "Menurut catatan kronologis, almarhum yang saat itu sedang membawa bagasi, terjatuh pukul 19.05 WITA. Petugas bandara melakukan pertolongan pertama dan kemudian membawa almarhum ke Rumah Sakit TNI AU. Namun sayang, korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 19.45 WITA. Untuk itu kami manajemen Bandara Sam Ratulangi menyampaikan ucapan bela sungkawa kepada keluarga dan kerabat almarhum," jelas General Manager Bandara Sam Ratulangi Manado Nugroho Jati.

Pada penyerahan santunan asuransi penumpang tersebut, ahli waris yang juga kakak almarhum, Lukas M Mondong menyampaikan terimakasih kepada pihak bandara. "Bukan saja karena santunan ini, namun juga atas kepedulian dan penanganan petugas bandara saat saudara kami terjatuh," ujar Lukas. Lukas yang merupakan warga Paal 4 Lingkungan III Kota Manado juga menceritakan bahwa almarhum sempat mengeluhkan sakitnya sesaat sebelum keberangkatannya ke Manado untuk mengunjungi keluarga. 

"Semoga santunan yang diterima dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan niat baik kami dapat diterima keluarga sebagai wujud perlindungan customer atau penumpang yang ada di bandara kami," sambung Jati.

Insurance Airport Liability atau Asuransi Penumpang yang mengalami accident di area bandara dikerjasamakan oleh PT Angkasa Pura I (Persero) dengan Asuransi Jasa Rahardja, sehingga pengurusan administrasinya diselesaikan oleh Jasa Rahardja. Eka Agus Siswanto, Kepala Cabang Asuransi Jasa Rahardja mengatakan bahwa besar santunan yang diberikan sejumlah 15 juta rupiah. "Dananya akan dicairkan lewat rekening BNI dengan cara transfer rekening. Hal ini untuk memudahkan sehingga pihak keluarga bisa menariknya kapan pun diperlukan," ujarnya. [HUMAS MDC]