en id

Berita

AVSEC ANGKASA PURA I MANADO GANDENG TNI AU DAN POLSEK BANDARA LAKUKAN PEMERIKSAAN KEAMANAN

17 Apr 2015

kembali ke list


Operasi gabungan pemeriksaan keamanan kawasan Bandara di fokuskan di tiga lokasi antara lain pintu masuk bandara,pintu keberangkatan dan pagar keliling bandara. Pelaksanaan operasi ini  dilakukan pihak Angkasa Pura I (Avsec) dengan menggandeng instansi pengamanan terkait dari unsur TNI-AU ((POMAU) dan Polsek Kawasan Bandara, operasi dijadwalkan selama tiga hari mulai hari ini, jumat sampai minggu(17-19/4) dilaksanakan pada pagi (08.00 wita) dan berakhir pada malam hari (20.00 wita) dengan metode pemeriksaan kendaraan yang masuk tol gate secara acak (random check).

General Manager Pipin Yusuf Arifin menegaskan bahwa operasi ini dimaksudkan untuk mencegah masuknya barang –barang prohibitted item (barang berbahaya), peredaran narkoba,ancaman gerakan radikal ISIS yang berniat  masuk kekawasan Bandara Sam Ratulangi. Pipin menambahakan pihak Angkasa Pura I Manado merasa bersyukur selalu mendapat dukungan dari pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam rangka  melindungi Bandara Sam Ratulangi dari gangguan dan ancaman dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.Dengan pelaksanaan operasi ini akan meminimalisir gangguan keamanan penerbangan seperti yang terjadi di beberapa bandara di tanah air serta berandil besar dalam memberikan rasa aman dan tenang bagi pengguna jasa bandara sehingga para calon penumpang dan pengunjung tidak merasa ragu bepergian lewat Bandara Sam Ratulangi.

Senada dengan General Manager,Investigation Avsec Team Leader Stevani D.Kojongian menjelaskan bahwa pihak keamanan bandara (Avsec) selalu berkoordinasi dengan pihak TNI-AU dan Polsek kawasan bandara dalam penanganan kasus-kasus gangguan keamanan yang terjadi di Bandara contohnya adalah kasus trafficking,penangkapan pengedar narkoba, penggunaan identitas palsu,penipuan,pencurian dll. menurutnya Avsec Bandara Sam Ratulangi dengan menggunakan alat bantu pemeriksaan X-Ray dan Metal Detector banyak mengamankan barang-barang berbahaya untuk keselamatan penerbangan (prohibitted item) seperti ; Senjata Tajam,kembang api,cairan mudah terbakar dan miras lokal (cap tikus) yang selanjutnya rutin dilakukan pemusnahan setiap 6 (enam) bulan sekali. Untuk penanganan senjata api ilegal diserahkan kepada pihak TNI dan POLRI, hal ini ikut di aminkan oleh Sugito selaku Airport Operation & Readiness Dept.Head beliau menambahkan bahwa kegiatan ini dilakukan bukan hanya karena adanya ancaman saja tetapi telah menjadi program keamanan bandara,Sugito juga mengharapkan agar masyarakat (pengguna jasa bandara) semakin hari semakin sadar dan mematuhi aturan dibandara serta berpartisipasi melaporkan hal-hal yang dianggap akan mengganggu keamanan dan keselamatan penerbangan untuk dapat ditindak lanjuti oleh Avsec.

Ilhamsakti(humas.ap1/mdc)


" />