en id

Berita

Rangkaian Kegiatan "Focus Group Disccussion & Workshop"

04 Sep 2015

kembali ke list



Kamis, 27 Agustus 2015

Presiden Direktur Bpk Sulistyo Hardjito dan Director Marketing & Business Development Bpk. Robert Waloni PT. API mengadakan kunjungan ke kantor cabang Bandara Sam Ratulangi Manado, dalam rangka kegiatan acara. “Focus Group Discussion & Workshop” yang dilaksanakan di Hotel Swiss bell Manado.

Acara ini juga di hadiri oleh sejumlah instansi pemerintah yaitu Gubernur,Kapolda,Walikota dll yg terkait dalam pengembangan wisata di Sulut, dan tak lupa pula hadir Hermawan Kartajaya yang merupakan seorang pembicara ternama di bidang Marketing.

Rangkaian kegiatan di mulai dengan Confrence  Press Media singkat, yang berlangsung kurang lebih 15menit, dilanjutkan dengan open speech dari Presdir AP I Bpk. Sulistiyo Hardjito yang mengatakan AP I optimis dapat mendatangkan hingga satu juta turis mancanegara 2025 nanti, dan salah satu faktor yg mendukung yaitu kondisi geografis yang strategis termasuk potensi pariwisata wisata di Sulut cukup banyak.
Beliau juga menekankan bahwa Ap I yakin target satu juta turis dapat tercapai karena Sulut mempunyai daya tarik yang tidak di miliki daerah lain.
Marketing and Business Development Director PT AP I Bpk. Robert Waloni mengatakan, pada dasarnya ini menjadi misi yang sangat sulit karena kunjungan 2014 hanya di bawah 200.000 orang.
"Namun potensi wisata dan kini banyaknya low cost carrier, serta kultur budaya yang beragam, saya yakin ini menarik jutaan turis dan menjadi misi yang akan tercapai," jelasnya.

General Manager , Ahmad Syaugi Shahab mengatakan, untuk mewujudkan hal ini berarti secara metematika perhari harus ada 2.740 penumpang perhari dengan 98 penerbangan perminggu. Didukung dengan industri pariwisata harus mempunyai fasilitas minimal 10.000 kamar dengan tambahan 100.000 tenaga kerja.
"Kalau semua mendukung baik tambahan kamar hotel dan jumlah kunjungan turis perhari mencapai 2.740 maka target satu juta penumpang dapat tercapai pada 2025 dengan pemasukan mencapai Rp13 triliun.